Materi yang Wajib Dipelajari Sebelum Menikah

Jika anda sedang berencana untuk mengadakan sebuah pesta pernikahan sebagai salah satu syarat wajib bagi setiap pasangan yang akan menikah, pemerintah berencana untuk mengadakan sertifikasi pranikah. Tujuanya adalah agar membekali para calon pengantin baik dari pihak wanita maupun dari pihak perempuan seputar tentang kesehatan reproduksi, cara pengasuhan anak, keuangan keluarga dengan harapan kepada keduanya untuk bisa lebih saling mengadapi kehidupan perkawinan. Sehingga hal ini nantinya mampu untuk dapat menekan angka perceraian, atau shunting (balita dengan tumbuh kembang gagal) dan juga kemiskinan. Meskipun hal ini menuai beberapa pro dan juga kontra, namun dengan adanya pembekalan ini bagi calon pengantin ternyata mendapat dukungan dari banyak pihak. Dari poling yang di lakukan di instargam sebayak 92% orang menyatakan setuju dengan pembekalan pranikah ini. Sejumlah usulan dan metafi yang disampaikan saat pembekalan pra nikah antara lain seperti cara manajemen emosi, resolusi konflik, perencanaan keluarga, ilmu parenting dan juga financial planning, kesehatan mental dan juga cara berkomunikasi.

Persiapan Pranikah Untuk Pasangan Suami Istri

Sebenarnya, apa saja yang bisa dipelajari oleh para calon pasangan suami istri dalam pembekalan pranikah? Dari salah satu pernyataan Psikologi dari KALM menyebutkan bahwa beberapa hal dibawah ini adalah sebuah poin penting yang dapat dipelajari sebelum mempersiapkan pernikahan

1. Makna pernikahan bagi masing-masing pasangan

Materi yang pertama disampaikan adalah materi brainstorming untuk dapat membuka wacana dan cara berpikir kedua calon pasutri tentang arti dan makna pernikahan, hal yang ingin di capai dari pernikahan dan maupun gambaran pernikahan yang dimiliki oleh masing-masing pasangan. Hal ini akan memberikan sebuah kesempatan terhadap tiap pihak untuk dapat saling mengenal pasangan dengan lebih baik dan sama-sama beredukasi tentang kenyamanan pernikahan yang di inginkan setiap pasangan. Sama-sama berdiskusi untuk dapat menyampaikan persepsi tentang pernikahan. Dengan demikian setiap pasangan akan menyadari arti pentingnya pernikahan di masing-masing pasangan.

2. Komitmen pernikahan

Biasanya calon pasutri juga perlu saling menyadari bahwa pernikahan adalah sebuah komitmen yang akan dijalankan seumur hidup. Tujuan dari cara ini adalah agar masing-masing dapat saling membangun kesiapan untuk menjalani pernikahan, dan juga mempersiapkan diri untuk selalu senantiasa melakukan penyegaran dalam hubungan pernikahan agar tidak adanya kejenuhan dalam pernikahan. Jenuh pasti akan selalu menghampiri namun bagaimana cara setiap pasangan untuk dapat melewati itu semua. Maka hal ini menjadi salah satu hal yang penting untuk diperhatikan. Karena pernikahan tidak berlangsung sebentar melainkan seumur hidup.

3. Komunikasi efektif antar pasangan

Banyak sekali pernikahan yang berakhir akibat adanya perselisihan yang terjadi. Banyak perselisihan yang disebabkan oleh kesalahan dalam hal berkomunikasi. Tidak hanya yang menyadari adalah pihak pria dan wanita yang mempunyai perbedaan cara berkomunikasi yang kelak bisa membawa pengaruh besar ke dalam kehidupan berumah tangga.Karenanya, rasa saling memahami bagaimana cara masing-masing dari pasangan dalam hal berkomunikasi, memahami perbedaan cara penyampaian pesan antara masing-masing individu menjadi salah satu hal penting untuk dipelajari. Hal ini juga nantinya akan membantu pasangan nantinya dalam proses menyelesaikan sebuah masalah karena sudah saling memahami bagaimana cara masing-masing berkomunikasi. Sering kali banyak pasangan yang salah berkomunikasi, atau ada beberapa yang salah menyampaikan, hal ini nantinya dapat memicu sebuah konflik dalam rumah tangga.

4. Proses penyelesaian masalah

Dalam materi ini nantinya pasangan akan belajar bahwa pernikahan nantinya akan memunculkan tantangan-tantangan yang dapat menimbulkan masalah. Sehingga, masing-masing dari individu diharapkan sudah dapat mempelajari kesiapan diri serta dapat mencari jalan keluar uang disepakati bersama bila muncul masalah. Selain itu juga, pasangan nantinya akan belajar alternatif problem solving yang nantinya diterapkan ketika berhadapan dengan masalah. Setiap masalah pasti akan datang ke setiap hubungan dalam sebuah pernikahan. Sikap masing-masing dari pasangan untuk dapat menyelesaikan masalah menjadi salah satu hal yang di pelajari.

5. Pengetahuan finansial

Dalam materi ini nantinya akan mengajak pasangan untuk sama-sama melek terhadap finacial, dan mengajak pasangan untuk saling terbuka dalam hal financial. Dalam bentuk mengetahui pemasukan pasangan, biaya yang di tangguhkan pasangan sebelum menikah,biaya-biaya yang nantinya akan di keluarkan ketika sudah menikah dan cara-cara untuk mengatur keuangan selama hidup dalam berumah tangga. Meskipun kondisi financial yang baik bukalanlah sebuah faktor utama kebagian dalam rumah tangga, namun masalah finacial terkadang kerap menjadi sumber masalah dalam hal berunah tangga. Mempersiapkan sejak dini nantinya akan dapat mengurangi potensi terjadinya konflik karena urusan dalam hal keuangan. Finansial atau keuangan menjadi masalah yang cukup krusial terlebih jika tidak adanya keterbukaan dalam financial di rumah tangga.

6. Penyesuaian diri

Materin ini akan memberikan sebuah gambaran kepada setiap pasangan bahwa menikah adalah sebuah proses untuk dapat menyesuaikan diri sepanjang hidup. Artinta ketika sudah menikah pasangan perlu untuk saling memahami dan menyesuaikan kehidupan pasangan begitu juga sebaliknta, baik untuk menyesuaikan hidup dengan pasangan beserta dengan kebiasaanya, keluarganya dan sekaligus juga menyesuaikan diri dengan tantangan-tantangan yang akan di jalani selama hidup berumah tangga. Di dalam materi ini, nantinya pasangan juga akan dipaparkan mengenai cara tentang penyelesaian dan cara untuk saling menghadapi juga dari pasangan ketika dirinya berhadapan dengan tantangan. Setiap hal baru pastinya memerlukan penyesuaian agar nantinya terbiasa, perlu adanya juga support dari masing-masing pasangan jika salah satu pasangan mengalami kesulitan untuk beradaptasi.

7. Cara mempertahankan momentum cinta

Meskipun dalam keyakinan calon pasutri bahwa susah senang akan dihadapi bersama, namun pada kenyataanya membuktikan bahwa banyak sekali semangat pada awal pernikahan akan hilang seiring dengan berjalanya waktu. Karena itu, salah satu hal penting yang perlu dan wajib dipelajari oleh para calon pasutri adalah dengan saling mengetahui hal-hal apa saja yang nantinya dapat dilakukan untuk mempertahankan sebuah momentum cinta agar dapat menjaga keharmonisan rumah tangga dapat terjaga. Ternyata, persiapan pernikahan tidak hanya semata-mata dengan “punya uang berapa” dan ingin tinggal dimana. Dari beberapa hal di atas, sebagian besar merupakan salah satu kesiapan mental karena memang nyatanya hal tersebut memegang peranan dan kunci dalam keharmonisan rumah tangga.

8. Perencanaan keluarga

Salah satu hal yang tidak boleh dilupakan juga pentingnya pengetahuan tentang perencanaan sebuah keluarga. Termasuk di dalamnya yaitu perencanaan kehamilan, usia berapa untuk dapat hamil, berapa banyak anak yang ingin dimiliki, berapa tahun jarak antar anak. Mengapa hal-hal tersebut perlu untuk direncanakan? Karena hal tersebut menaruh peran penting di masyarakat. Hal tersebut mempengaruhi berbagai macam aspek dan juga hubungan keluarga mulai dari pemenuhan gizi anda dan juga kesehatan mental seorang ibu, hingga kemampuan finansial seorang kepala keluarga. Perencanaan keluarga merupakan tujuan masa depan bagi setiap pasangan, jika hal ini dipikirkan dan direncanakan dengan matang maka akan terciptanya keluarga yang harmonis. Perencanaan sebagai salah satu hal yang penting yang perlu diperhatikan setiap pasangan.

Sekian dengan artikel ini, semoga artikel ini membantu untuk anda yang sedang merencanakan pernikahan, anda dapat mengikuti tes pranikah untuk mempersiapkan pernikahan secara matang, tes ini nantinya akan mengetahui apa yang pasangan anda inginkan dan apa yang anda inginkan, serta dapat mewujudkan kehidupan rumah tangga yang sesungguhnya.